Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Mei 2011

Algo

http://dediposthink.wordpress.com/2011/05/11/algoritma/

Artis Dunia Intertainmen

Siapa nama asli Chrisye?
Krisman Rahardi.

2. Siapa nama asli Iwan Fals?
Virgiawan Listanto.

3. Siapa nama asli Sania?
Siti Tuti Susilawati Sutisna

4. Siapa nama asli Pepeng?
Ferrasta Soebardi.

5. Siapa nama asli Dede Yusuf?
Yusuf Macan Effendi.

6. Siapa nama asli Dorce Gamalama?
Ahmad Ashadi.

7. Siapa nama asli Bimbim Slank?
Bimo Setiawan Almachzumi.

8. Siapa nama asli Dewi Persik?
Dewi Murya Agung.

9. Siapa nama asli Annisa Bahar?
Ani Setiawati.

10. Siapa nama asli Dian Sastro?
Diandra Paramitha Sastrowardoyo.

11. Siapa nama asli Ian Kasela “RADJA”?
Samijan.
12. Siapa nama asli Tamara Bleszynski?
Tamara Nathalia Christina Mayawati Bleszynski..

13. Siapa nama asli Pretty Asmara?
Nyokapnya Pretty ber-Asmaraan Ama Kudanil.Nganrang mode on, lho.

14. Siapa nama asli Cut Memey?
Decy Meilani Susanti..

15. Siapa nama asli Rhoma Irama?
Raden Haji Oma Irama.

16. Siapa nama asli Mulan Kwok?
Wulansari.

17. Siapa nama asli artis-artis tampang gaib?
Agus Hadi Sujiwo => Sujiwo Tejo. Lho?
Agung Yulianto => Ki Joko Bodo.

18. Siapa nama asli Krisdayanti?
Kris Dayanti.

19. Siapa nama asli Evie Tamala?
Cucu Suryaningsih. Hihihihihihiihihihi hii …, nyasar banget.

20. Siapa nama asli Wulan Guritno?
Sri Wulandari.

21. Siapa nama asli Tukul Arwana?
Rianto. Lho, kok nama bekennya jadi ikan banget yak!

22. Siapa nama asli Komeng?
Alfiansyah. Walah, ini lebih aneh lagi ya

23. Siapa nama asli Bams Samsons?
Bambang Reguna Bukit. Om-om banget .

24. Siapa nama asli Tarzan?
Toto Maryadi.

25. Siapa nama asli Titik Puspa?
Sudarwati. Hm, jadi bingung.

26. Siapa nama asli Didi Kempot?
Didi Prasetyo.

27. Siapa nama asli Jojon?
Djuhri Masdjan.

28. Siapa nama asli Audy Item?
Paula Allodya Item.

29. Siapa nama asli Eno Lerian?
Dwi Retno Rahastri Lerian.

30. Siapa nama asli Indro Warkop?
Indrojoyo Kusumonegoro.

31. Siapa nama asli Dewi Yull?
Raden Ajeng Dewi Pujiati.

32. Siapa nama asli Sys NS?
Mas Haryo Heroe Syswanto Ns Soerio Soebagio.

33. Siapa nama asli Eko Patrio?
Eko Indro Purnomo.

34. Siapa nama asli Miing Bagito?
Kang Tubagus Dedi Gumelar.

35. Siapa nama asli Tessy?
Kabul Basuki.

36. Siapa nama asli Inul Daratista?
Ainur Rokhimah.
37. Siapa nama asli Memes?
Meidiana Maemunah.

38. Siapa nama asli Maia?
Maya Estianty.

39. Siapa nama asli Gusti Randa?
Yungki Gustiranda.

40. Siapa nama asli Nia Paramitha?
Pradnya Paramitha.

41. Siapa nama asli Amara Lingua?
Tuwuhadijatitesih Amaranggana. Weleh.

42. Siapa nama asli Aming?
Aming Supriatna Sugandhi.

43. Siapa nama asli Andien?
Andini Aisyah Hariadi.

44. Siapa nama asli Adjie Massaid?
Chandra Pratomo Samiadji.

45. Siapa nama asli Della Puspita?
Nisisari Henny Puspita.

46. Siapa nama asli Dik Doang?
Raden Rizki Mulyawan Kertanegara Hayang Denda Kusuma.

47. Siapa nama asli Ikke Nurjanah?
Hartini Erpi Nurjanah.

48. Siapa nama asli Yuni Shara?
Wahyu Setyaning Budi.

49. Siapa nama asli Titi Kamal?
Kurniaty Kamalia.

50. Siapa nama asli Cici Tegal?
Sri Wahyuningsih.

51. Siapa nama asli Roy Martin?
Roy Wicaksono.

52. Siapa nama asli Titi DJ?
Titi Dwijayati.

53. Siapa nama asli Nirina Zubir?
Nirina Raudatul Jannah Zubir..

54. Siapa nama asli Anya Dwinov?
Anya Dwinovita Pahlawanti.

55. Siapa nama asli Parto Patrio?
Eddy Supono."

56. Siapa nama asli Deddy Corbuzier?
Deddy Cahyadi Sundjoyo.

57. Siapa nama asli Uut Permatasari?
Utami Suryaningsih.

58. Siapa nama asli Ria Irawan?
Chandra Ariati Dewi Irawan.

59. Siapa nama asli Iis Dahlia?
Iis Laeliyah.

60. Siapa nama asli Chicha Koeswoyo?
Mirza Riadiani. Koeswoyo jelas

61. Siapa nama asli Sandra Dewi?
Monica Nicholle Sandra Dewi Gunawan Basri

62. Siapa nama asli Moldy 'Radja'
Mulyadi,

63. Siapa nama asli Pasha "Ungu"
Sigit Purnomo Syamsudin Said


Source (evolusi-apa-aja.blogspot.com) : Nama-Nama Asli Artis Indonesia Sebelum Terkenal

Minggu, 20 Februari 2011

Geopolitik & Geostrategi


GEOPOLITIK INDONESIA

Dan

GEOSTRATEGI INDONESIA

1. GEOPOLITIK INDONESIA

  1. Pengertian Geopolitik Indonesia

Pemahaman geopolitik telah dipraktikkan sejak abad XIX, namun pengertiannya baru tumbuh pada awal abad XX.Geopolitik memaparkan dasar pertimbangan dalam menentukan alternatif kebijakan nasional untuk mewujudkan tujuan tertentu. Prinsip-prinsip dalam geopolitik dikembangkan kedalam bentuk suatu wawasan nasional.

Geopolitik berasal dari dua kata, yaitu “geo” dan “politik”. Maka, Membicarakan pengertian geopolitik, tidak terlepas dari pembahasan mengenai masalah geografi dan politik. “Geo” artinya Bumi/Planet Bumi. Menurut Preston E. James, geografi mempersoalkan tata ruang, yaitu sistem dalam hal menempati suatu ruang di permukaan Bumi. Dengan demikian geografi bersangkut-paut dengan interelasi antara manusia dengan lingkungan tempat hidupnya. Sedangkan politik, selalu berhubungan dengan kekuasaan atau pemerintahan. Geopolitik secara etimologi berasal dari kata geo (bahasa Yunani) yang berarti bumi yang menjadi wilayah hidup. Sedangkan politik dari kata polis yang berarti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri atau negara ; dan teia yang berarti urusan (politik) bermakna kepentingan umum warga negara suatu bangsa (Sunarso, 2006: 195). Sebagai acuan bersama, geopolitik dimaknai sebagai ilmu penyelenggaraan negara yang setiap kebijakannya dikaitkan dengan masalah-masalah geografi wilayah atau tempat tinggal suatu bangsa. Frederich Ratzel mengenalkan istilah ilmu bumi politik (political geography), Rudolf Kjellen menyebut geographical politic dan disingkat geopolitik.

Dalam studi Hubungan Internasional, geopolitik merupakan suatu kajian yang melihat masalah / hubungan internasional dari sudut pandang ruang atau geosentrik. Konteks teritorial di mana hubungan itu terjadi bervariasi dalam fungsi wilayah dalam interaksi, lingkup wilayah, dan hirarki aktor: dari nasional, internasional, sampai benua-kawasan, juga provinsi atau lokal.

Dari beberapa pengertian diatas, pengertian geopolitik dapat lebih disederhanakan lagi. Geopolitik adalah suatu studi yang mengkaji masalah-masalah geografi, sejarah dan ilmu sosial, dengan merujuk kepada politik internasional. Geopolitik mengkaji makna strategis dan politis suatu wilayah geografi, yang mencakup lokasi, luas serta sumber daya alam wilayah tersebut. Geopolitik mempunyai 4 unsur yang pembangun, yaitu keadaan geografis, politik dan strategi, hubungan timbal balik antara geografi dan politik, serta unsur kebijaksanaan.

Negara tidak akan pernah mencapai persamaan yang sempurna dalam segala hal. Keadaan suatu negara akan selalu sejalan dengan kondisi dari kawasan geografis yang mereka tempati. Hal yang paling utama mempengaruhi keadaan suatu negara adalah kawasan yang berada di sekitar negara itu sendiri, atau dengan kata lain, negara-negara di sekitarnya / negara tetangga merupakan pengaruh yang paling besar.

Dari uraian diatas, dapat disimpulkan, bahwa ada dua golongan negara. Yaitu golongan negara determinisdan golongan negara posibilitis. Determinis berarti semua hal yang bersifat politis secara mutlak tergantung dari keadaan bumi geografi. Negara determinis adalah negara yang berada diantara dua negara raksasa / adikuasa, sehingga, secara langsung maupun tidak langsung, terpengaruh oleh kebijakan politik luar negeri dua negara raksasa itu.

Sebenarnya, faktor keberadaan dua negara raksasa, bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi keadaan suatu negara yang berada diantaranya. Faktor lain seperti faktor ideologi, politik, sosial, budaya dan militer, juga merupakan faktor yang mempengaruhi. Hanya saja, karena besarnya kekuasaan dua negara besar tersebut, maka keberadaannya menjadi faktor yang begitu dominan dalam mempengaruhi keadaan negara yang bersangkutan.

Golongan negara yang kedua adalah golongan negara posibilitis. Golongan ini merupakan kebalikan dari golongan determinis. Negara ini tidak mendapatkan dampak yang terlalu besar dari keberadaan negara raksasa, karena letak geografisnya tidak berdekatan dengan negara raksasa. Sehingga, faktor yang cukup dominan dalam mempengaruhi keadaan negara ini adalah faktor-faktor seperti ideologi, politik, sosial, budaya dan militer yang telah disebutkan sebelumnya. Tentunya, keberadaan negara-negara lain di sekitar kawasan tersebut juga turut menjadi faktor yang berpengaruh.

Geopolitik, dibutuhkan oleh setiap negara di dunia, untuk memperkuat posisinya terhadap negara lain, untuk memperoleh kedudukan yang penting di antara masyarakat bangsa-bangsa, atau secara lebih tegas lagi untuk menempatkan diri pada posisi yang sejajar di antara negara-negara raksasa.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa keadaan geografi suatu negara sangat mempengaruhi berbagai aspek dalam penyelenggaraan negara tersebut, seperti pengambilan keputusan, kebijakan politik luar negeri, hubungan perdagangan dll. Maka dari itu, munculah organisasi-organisasi internasional yang berdasarkan pada keberadaannya dalam suatu kawasan, seperti ASEAN, Masyarakat Ekonomi Eropa, The Shanghai Six dll. Komunitas-komunitas internasional ini berperan dalam hal kerjasama kawasan, penyelesaian masalah bersama, usaha menciptakan kedamaian dunia, dll.

Hal ini berkaitan langsung dengan peranan-peranan geopolitik. Adapun peranan-peranan tersebut adalah:

1. Berusaha menghubungkan kekuasaan negara dengan potensi alam yang tersedia,

2. Menghubungkan kebijaksanaan suatu pemerintahan dengan situasi dan kondisi alam,

3. Menentukan bentuk dan corak politik luar dan dalam negeri,

4. Menggariskan pokok-pokok haluan negara, misalnya pembangunan,

5. Berusaha untuk meningkatkan posisi dan kedudukan suatu negara berdasarkan teori negara sebagai organisme, dan teori-teori geopolitik lainnya,

6. Membenarkan tindakan-tindakan ekspansi yang dijalankan oleh suatu negara.

B. Unsur Utama Geopolitik

• Konsepsi ruang diperkenalkan Karl Haushofer menyimpulkan bahwa ruang merupakan wadah dinamika politik dan militer, teori ini disebut pula teori kombinasi ruang dan kekuatan

• Konsepsi frontier (batas imajiner dari dua negara)

• Konsepsi politik kekuatan yag terkait dengan kepentingan nasional

• Konsepsi keamanan negars dan bangsa sama dengan konsep ketahanan nasional

Geopolitik Indonesia tiada lain adalah Wawasan Nusantara, yaitu cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya berdasarkan ide nasionalnya yang dilandasi Pancasila dan UUD 1945, yang merupakan aspirasi bangsa Indonesia yang merdeka, berdaulat dan bermartabat serta menjiwai tata hidup dan tindak kebijaksanaannya dalam mencapai tujuan nasional. Wawasan nusantara juga sering dimaknai sebagai cara pandang, cara memahami, cara menghayati, cara bertindak, berfikir dan bertingkah laku bagi bangsa Indonesia sebagai hasil interaksi proses psikologis, sosiokultural dengan aspek-aspek ASTAGATRA. Wawasan Nusantara tidak mengandung unsur-unsur ekspansionisme maupun kekerasan.

Model Astagatra merupakn perangkat hubungan bidang kehidupan manusia dan budaya yang berlangsung diatas bumi degan memanfaatkan segala kekayaan alam. Terdiri 8 aspek kehidupan nasional :

1). Tiga aspek (tri gatra) kehidupan alamiah, yaitu :

a). Gatra letak dan kedudukan geografi

b). Gatra keadaan dan kekayaan alam

c). Gatra keadaan dan kemampuan penduduk

2). Lima aspek (panca gatra) kehidupan social, yaitu :

a). Gatra ideologi

b). Gatra Politik

c). Gatra ekonomi

d). Gatra social budaya

e). Gatra pertahanan dan keamanan.

Terdapat hubungan korelatif dan interdependency diantara ke-8 gatra secara komprehensif dan integral.

C. Teori Mengenai Geopolitik

1. Teori Pan-Regionalisme

Ada banyak teori dalam bidang geopolitik. Teori yang paling berpengaruh adalah teori Lebensraum, yang melahirkan teori Autarkis. Penggabungan dari kedua teori tersebut menghasilkan teori Pan Regionalisme. Teori ini berpandangan bahwa negara merupakan suatu organisme, yang memiliki kecerdasan intelektual serta memerlukan ruang hidup.

Tak ada satupun negara yang dapat hidup mandiri secara mutlak. Karena keterbatasan-keterbatasan dan tidak meratanya ketersediaan Sumber Daya Alam, setiap negara akan mengalami interdependensi, atau keadaan saling membutuhkan. Teori ini pun berpandangan bahwa satu bagian dunia yang relatif mempunyai persamaan dalam sifat-sifat geografis, ras, kebudayaan dsb, dapat disatukan dalam satu kesatuan wilayah.

Teori inilah yang digunakan oleh Bangsa Jerman pada Perang Dunia ke-I. Dengan beranggapan bahwa bangsa Aria adalah bangsa yang paling unggul, mereka berekspansi ke negara lain, agar dapat menjadi pemimpin pan Euro-Afrika. Begitupun bangsa Amerika, yang berusaha menyatukan Pan-Amerika.

2. Teori Geopolitik Jerman

· F. Ratzel (1844-1904) negara mirip organisme

· R. Kjellen (1864-1922) negara adlh organisme

· Karl Haushofer (1896-1946) teori ruang dan kekuatan : “Lebensrum” cukup mengikuti hukum alam; swasembada / autarkhi. Implementasinya adlh berupa pembagian wily ( Pan Regionalisme ) :

v Pan Amerika (Monroe Doctrine, USA)

v Pan Asia Timur (Doktrin Hoka I Chiu, Jepang)

v Pan Rusia India (wily Asia Barat dan Eropa Timur, Rusia)

v Pan Eropa Afrika (Eropa Barat - tidak termasuk Inggris dan Rusia, Jerman)

3. Teori Geopolitik Inggris

· Sir Walter Raleight (1554 – 1618) menekankan wawasan maritim, yaitu penguasaan laut yang bertujuan untuk menguasai perdagangan. Dengan tujuan penguasaan kekayaan dunia. Geopolitik demikian pada akhirnya bertujuan akhir terhadap penguasaan dunia, dan untuk itu diperlukan keseriusan dalam pembangunan armada laut.

· Sir Halford Mackinder (1861 – 1947) memp konsepsi geopolitik yang lebih strategik, yaitu dengan penguasaan daerah-daerah ’jantung’ dunia, dikenal dengan teori Daerah Jantung. Untuk menguasai dunia, maka harus menguasai daerah jantung sebab dunia terdiri dari 9/12 air, 2/12 pulau dunia, dan 1/12 pulau. Karenanya membutuhkan kekuatan darat yang besar sebagai prasyaratnya. Adapun daerah jantung dunia yang dimaksudkan Mackinder, yaitu :

v Bulan Sabit Dalam, meliputi daerah-daerah pantai pulau dunia

v Bulan Sabit Luar, meliputi UK, USA, Afsel, Ind, Australia, Oceania.

4. Teori Geopolitik Amerika

· Alfred Thayer Mahan (1840 – 1914) mengembangkan konsepsi Raleight dgn mempertahankan & memanfaatkan sumber daya laut (kekuatan maritim).

· Guilio Douhet (1869 – 1930), mewakili teori geopolitik Italia dan William Mitchel (1878 – 1939) lebih melihat kekuatan dirgantara dlm memenangkan peperangan.angkatan udara memungkinkan beroperasi sendiri tanpa dibantu oleh angkatan lainnya. Disamping itu angkatan udara dapat menghancurkan musuh di kandangnya musuh itu sendiri atau di garis belakang medan peperangan. Memperhatikan fleksibilitas dan fungsionalitas dari angkatan udara yang sedemikian itu, maka tidak mengherankan bila kemenangan terakhir ada pada angkatan udara.

· Nicholas J. Spijkman (1879 – 1936) terkenal dengan teori Daerah Batas, yaitu membagi dunia dalam empat wilayah atau area :

v Pivot area, mencakup wilayah daerah jantung

v Offshore continent land, mencakup wily pantai benua Eropa-Asia

v Oceanic Belt, mencakup wily pulau di luar Eropa-Asia, Afrika Selatan

v New World, mencakup wilayah Amerika

· Spijkman menyarankan pentingnya penguasaan daerah pantai Eurasia, yaitu Rimland. Menurutnya Pan Amerika merupakan daerah yang ideal karena dibatasi oleh batas alamiah dan USA diperkirakan akan menjadi negara kuat. Dia memandang diperlukan kekuatan kombinasi dari Angkatan-angkatan Perang untuk dapat menguasai wilayah dimaksud.

D. Latar Belakang Geopolitik Indonesia

Indonesia merupakan suatu negeri yang amat unik. Hanya sedikit negara di dunia, yang bila dilihat dari segi geografinya, memiliki kesamaan dengan Indonesia. Negara-negara kepulauan di dunia, seperti Jepang dan Filipina, masih kalah bila dibandingkan dengan negara kepulauan Indonesia.

Indonesia adalah suatu negara, yang terletak di sebelah tenggara benua Asia, membentang sepanjang 3,5 juta mil, atau sebanding dengan seperdelapan panjang keliling Bumi, serta memiliki tak kurang dari 13.662 pulau.

Jika dilihat sekilas, hal ini adalah suatu kebanggaan dan kekayaan, yang tidak ada tandingannya lagi di dunia ini. Tapi bila dipikirkan lebih jauh, hal ini merupakan suatu kerugian tersendiri bagi bangsa dan negara Indonesia. Indonesia terlihat seperti pecahan-pecahan yang berserakan. Dan sebagai 13.000 pecahan yang tersebar sepanjang 3,5 juta mil, Indonesia dapat dikatakan sebagai sebuah negara yang amat sulit untuk dapat dipersatukan.

Maka, untuk mempersatukan Bangsa Indonesia, diperlukan sebuah konsep Geopolitik yang benar-benar cocok digunakan oleh Bangsa Indonesia.

Ada beberapa jenis kondisi geografis bangsa Indonesia. Yaitu kondisi fisis, serta kondisi Indonesia ditinjau dari lokasinya.

1. Kondisi fisis Indonesia,

a. Letak geografis;

b. Posisi Silang;

c. Iklim;

d. Sumber-Sumber Alam;

e. Faktor-Faktor Sosial Politik.

2. Lokasi Fisikal Indonesia. Keberadaan pada lokasi ini adalah faktor utama yang mempengaruhi politik di Indonesia. Indonesia berada pada dua benua, yaitu Asia dan Australia. Indonesia pun berada diantara dua samudera, yaitu Samudera Pasifik dan Hindia.

Posisi silang, seperti yang telah dijelaskan pada poin kondisi fisikal, menyebabkan Indonesia menjadi suatu daerah Bufferzone, atau daerah penyangga. Hal ini bisa dilihat pada aspek-aspek dibawah ini:
1. Politik

Indonesia berada diantara dua sistem politik yang berbeda, yaitu demokrasi Australia dan demokrasi Asia Selatan

2. Ekonomi

Indonesia berada di antara sistem ekonomi liberal Australia dan sistem ekonomi sentral Asia

3. Ideologis

Indonesia berada diantara ideologi kapitalisme di Selatan dan komunis di sebelah utara

4. Sistem Pertahanan

Indonesia berada diantara sistem pertahanan maritim di selatan, dan sistem pertahanan kontinental di utara.

Selain menjadi daerah Bufferzone, Indonesia pun memperoleh beberapa keuntungan disebabkan kondisinya yang silang tersebut. Antara lain:

1. Berpotensi menjadi jalur perdagangan Internasional;

2. Dapat lebih memainkan peranan politisnya dalam percaturan politik Internasional;

3. Lebih aman dan terlindung dari serangan-serangan negara kontinental.

Indonesia, sebagai sebuah negara kepulauan yang amat luas, memiliki berbagai masalah berkaitan dngan kondisinya itu. Beberapa faktor yang mempengaruhi timbulnya masalah teritorial ini antara lain, dasar geografi, demografi, serta kondisi sosial masyarakat.

Masalah-masalah teritorial yang terjadi di Indonesia, pada umumnya menyangkut beberapa hal berikut:

1. Pembinaan wilayah untuk menciptakan ketahanan nasional yang maksimal dan efektif;

2. Faktor kesejahteraan dan keamanan;

3. Pembinaan teritorial yang dititikberatkan pada penyusunan potensi Hankam;

Bila masalah-masalah yang timbul dari beberapa faktor di atas dapat diatasi dengan baik oleh Bangsa Indonesia, maka akan tercapailah suatu keadaan yang dinamakan ketahanan nasional.

2. GEOSTRATEGI INDONESIA

A. Pengertian Geostrategi Indonesia

Suatu strategi memanfaatkan kondisi geografi Negara dalam menentukan kebijakan, tujuan, sarana utk mencapai tuj-nas (pemanfaatan kondisi lingkungan dalam mewujudkan tujuan politik). Geostrategi Indonesia diartikan pula sebagai metode untuk mewujudkan cita-cita proklamasi sebagaimana yang diamanatkan dalam pembukaan dan UUD 1945. Ini diperlukan untuk mewujudkan dan mempertahankan integrasi bangsa dalam masyarakst majemuk dan heterogen berdasarkan Pemb dan UUD 1945. Geostrategi Indonesia dirumuskan dalam wujud Ketahanan Nasional. Geostrategi Indonesia tiada lain adalah ketahan nasional. Ketahanan Nasional merupakan kondisi dinamik suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, di dalam menghadapi dan mengatasi segala ATHG baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang langsungg maupun tidak langsug membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan Negara serta perjuangan mengejar tujuan nasional. Tannas diperlukan bukan hanya konsepsi politik saja melainkan sebagai kebutuhan dalam menunjang keberhasilan tugas pokok pemerintah, seperti Law and order, Welfare and prosperity, Defence and security, Juridical justice and social justice, freedom of the people.

B. Konsepsi Dasar Tannas

Model Astagatra merupakn perangkat hubungan bidang kehidupan manusia dan budaya yang berlangsung diatas bumi degan memanfaatkan segala kekayaan alam. Terdiri 8 aspek kehidupan nasional :

1). Tiga aspek (tri gatra) kehidupan alamiah, yaitu :

a). Gatra letak dan kedudukan geografi

b). Gatra keadaan dan kekayaan alam

c). Gatra keadaan dan kemampuan penduduk

2). Lima aspek (panca gatra) kehidupan social, yaitu :

a). Gatra ideologi

b). Gatra Politik

c). Gatra ekonomi

d). Gatra social budaya

e). Gatra pertahanan dan keamanan.

Model Morgenthau bersifat deskriptif kualitatif diturunkan secara analitis atas tata kehid-nas sec makro, sehingga ketahanan masyarakat bangsa terwujud sebagai kekuatan.

· Power position → balance of power

· K(n)=f(unsur stabil, unsur berubah)

=f([G,A],[T,M,D,C,L,O])

Geografi, Alam, Tindustri,Militer, Demografi, Character, moraL, diplOmasi

Model AT Mahan: kekuatan nasional meliputi unsur; letak geografi, bentuk / wujud bumi, Luas wilayah, jumlah penduduk, watak nasional / bangsa, sifat pemerintahan

· Akses ke laut → perdagangan → ekonomi

· empat faktor alamiah yang mempengaruhi pembentukan kekuatan laut (sea power) suatu Negara :

1). Situasi geografi, khususnya mengenai morfologi, topografinya

2). Kekayaan alam dan zona iklim

3). Konfigurasi wilayah Negara yg mempengaruhi karakter rakyat.

4). Jumlah penduduk.

Model Cline melihat suatu negara dari luar sebagaimana dipersepsikan oleh negara lain. Baginya hubungan antar negara pada hakekatnya amat dipengaruhi oleh persepsi suatu negara terhadap negara lainnya, termasuk didalamnya persepsi atas sistem penangkalan dari negara lainnya.

· P(p) = (Cr + M + E) (s + w)

Perceived power, Critical mass, Militer, Ekonomi, strategi, will (kemauan Nasional)

· Neg super power = geografi besar + SDM besar

C. Hubungan Geopolitik dan Geostrategi

Sebagai satu kesatuan negara kepulauan, secara konseptual, geopolitik Indonesia dituangkan dalam salah satu doktrin nasional yang disebut Wawasan Nusantara dan politik luar negeri bebas aktif. sedangkan geostrategi Indonesia diwujudkan melalui konsep Ketahanan Nasional yang bertumbuh pada perwujudan kesatuan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan. Dengan mengacu pada kondisi geografi bercirikan maritim, maka diperlukan strategi besar (grand strategy) maritim sejalan dengan doktrin pertahanan defensif aktif dan fakta bahwa bagian terluar wilayah yang harus dipertahankan adalah laut. Implementasi dari strategi maritim adalah mewujudkan kekuatan maritim (maritime power) yang dapat menjamin kedaulatan dan integritas wilayah dari berbagai ancaman. Selain itu hubungan geopolitik dan geostrategi terdapat dalam astra gatra.

Komponen strategi astra gatra

TRI GATRA (tangible) bersifat kehidupan alamiah

• Letak geografi Negara

• Keadaan dan kekayaan alam (flora, fauna, dan mineral baik yang di atmosfer, muka maupun perut bumi) dikelola denga dasar 3 asas: asas maksimal, lestari, dan daya saing.

• Keadaan dan kemampuan penduduk (jumlah, komposisi, dan distribusi)
Pancagatra (itanggible) kehidupan sosial

• IDEOLOGI → Value system

• POLITIK → Penetapan alokasi nilai di sektor pemerintahan dan kehidupan pololitik masyarakat. sistem politik harus mampu memenuhi lima fungsi utama :

a). Usaha mempertahankan pola, struktur, proses politik

b). Pengaturan & penyelesaian pertentangan / konflik

c). Penyesuaian dengan perubahan dalam masyarakat

d). Pencapaian tujuan

e). Usaha integrasi

• EKONOMI (SDA, Tenaga kerja, Modal, Teknologi)

• SOSBUD (Tradisi, Pendidikan, Kepemimpinan Nasional, Kepribadian Nasional)

• HANKAM meliputi faktor2:

a). Doktrin

b). Wawasan Nasional

c). Sistem pertahanan keamanan

d). Geografi

e). Manusia

f). Integrasi angkatan bersenjata dan rakyat

g). Material

h). Ilmu pengetahuan dan teknologi

i). Kepemimpinan

j). Pengaruh luar negeri

Jumat, 18 Februari 2011

Dies Natalis Politeknik Pos Indonesia X


Kampus politeknik pos Indonesia Pada hari Rabu, 16 Februari 2011 Merayakan hari ulang tahunya yang ke 10 di mana hari ulang tahun tersebut bertepatan dengan UAS kampus politeknik tersebut, adapun kegiatan hari ulang tahun tersebut dimulai dari tanggal 16 hingga 20 februari, tema yang di ambil dalam rangka Ulang tahun yang ke 10 ini adalah “Dies Natalis Politeknik Pos Indonesia X , Melalui silaturahmi dan kerjasama antar instansi, kita wujudkan prestasi menjadi suatu tradisi"


Nah ini adalah Jadwal untuk kegiatan selam ulang tahun kampus kami

Jadwal Kegiatan 18 - 19 Februari 2011

Dalam rangka acara Dies Natalis Politeknik Pos Indonesia X, Poltekpos menyelenggarakan kegiatan sebagai berikut :

  • Pertandingan olahraga persahabatan
  • Pemberian beasiswa dari Kopertis wil IV untuk 40 orang masing - masing Rp 2.100.000,-
  • Pemberian beasiswa dari PT Pos Indonesia untuk 50 orang masing - masing Rp 2.000.000,-
  • Penandatangan MOU dengan PT Samudra Indonesia
  • Penandatangan MOU dengan PT Quadran Solution
  • Penandatangan MOU dengan LPPM Universitas Taruma Negara

Acara tersebut akan dihadiri oleh pejabat - pejabat dan staf dari perwakilan :

  • Kopertis Wilayah IV
  • PT Pos Indonesia
  • PT Samudera Indonesia
  • TVRI Bandung
  • Pikiran Rakyat

Nah itulah sebagian acara yang berlangsung selama merayakan Ultah.